Saturday, 02-03-2024
  • Situs resmi Bumi Damai Al Muhibbin Pondok Pesantren Bahrul 'Ulum Tambakberas Jombang || Informasi Pendaftaran ~~ DIBUKA PADA 01 Februari 2024

MELESTARIKAN WASIAT SANG GURU

Diterbitkan : - Kategori : Abah / Berita

Sudah menjadi tradisi di pondok-pondok di bawah kepengasuhan Abah Kiai Djamal bahwa pada setiap membuat acara apapun, pasti juga mengadakan santunan kepada fuqara dan masakin.

Dalam kesempatan Temu Alumni Tahun 2010 Abah Djamal pernah dawuh tentang wasiat Sang Guru yakni Kiai Abdul Djalil Mustaqim untuk memperhatikan al-Fuqara wal Masakin. Kiai Djalil selalu berpesan, “Kiai Djamal, membuat acara apapun, jangan lupa dengan Fuqara dan Masakin”.

Oleh karena itulah, bagaimanapun keadaannya pada setiap acara yang diadakan oleh pondok-pondok di bawah kepengasuhan Abah Kiai Djamal pasti selalu berusaha untuk mengadakan santunan.

Pada kesempatan yang sama Abah Djamal menerangkan tentang dan hikmah terprndam dibalik santuan fakir miskin. Rahasia yang tidak bisa ketahui lihat dengan mata kepala tapi bisa rasakan keberadaanya. Bahwa karena al-Rohmah atau kasih sayang kepada Fuqara dan masakin inilah, kunci keberhasilan sebuah acara.

Asror atau rahasia kasih sayang kepada Fuqara dan Masakin ini adalah bagian dari apa yang disabdakan Rasululillah dari hadist qudsi yang juga sering disampaikan oleh Habib Umar Muthahar Semarang dan dalam penyampaian 17 Habaib yang berpengaruh di Indonesia. Serta ada dalam Manaqib al-Habsy. Bahwa Allah memang berfirman dalam hadist qudsy:

ان المال مالي والفقراء عيالي والأغنياء وكلائي فمن منع عيالي عذبته أليم العذاب

Artinya, “Sesungguhnya semua harta adalah hartaku, orang-orang fakir miskin adalah keluargaku, dan para orang kaya adalah wakilku. Barangsiapa menolak keluargaku maka Aku siksa dengan siksa yang pedih.

Dalam Hadist Qudsy tersebut terdapat hikmah yang besar tentang rohmah dan kasih sayang kepada fuqara dan masakin yang hanya bisa dirasakan dengan kenyataan dan tidak bisa dilihat dengan mata.

Selain itu yang diperingati oleh pondok-pondok di bawah kepangasuhan Abah adalah peringatan hari yang sangat istimewa bagi Rasul yaitu Isra Mi’raj. Karena pada saat itulah beliau Rasulullah bertemu langsung dengan Allah.

Apa yang dipesankan dalam hadist qusy tersebut sama dengan apa yang dipesan Nabi kepada Sayidah Aisyah menjelang beliau wafat. Nabi berkata, “Aisyah, jika kamu ingin bertemu denganku, sayangilah fakir-miskin”.

Maka menyayangi fakir miskin adalah bagian dari melaksanakan wasiat guru Kiai Abdul Djalil dan menjalankan perintah Rasulillah. Karena jalan dakwah adalah:

ادع إلى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة وجادلهم بالتي هي أحسن

Banyak yang mengomentari makna hikmah dalam ayat tersebut dengan makna bijaksana. Lalu bijaksana sendiri prakteknya seperti apa?. Bijaksana atau Bil Hikmah maksudnya adalah, ketika kita akan berdakwah di masyarakat, maka kita harus melihat dulu kebutuhan daerah itu apa?. Serta kebutuhan yang paling mendesak itu apa?.

Kalau sudah tahu kebutuhan masyarakat. Cobalah untuk memenuhi kebutuhan itu sebelum berdakwah mengajak pada jalan Allah.

Habib Djamal menerangkan kalau beliau pernah bertemu dengan seorang di Papua. Ditanya kebutuhan di sana apa?. Ternyata ingin jadi cantik. Akhirnya kebutuhan di sana dipenuhi. Baru semua diajak masuk Islam. Dan hasilnya satu kampung masuk Islam. Inilah dakwah yang bijaksana atau Bil Hikmah.

“Apa yang telah dilakukan yaitu menyayangi fakir miskin dengan mengadakan santunan agar bisa ditiru dan diamalkan oleh para alumni dalam rangka berdakwah”. Begitu pesan beliau, Abah Kiai Mohammad Djamaluddin Ahmad kepada Para Alumni. (*)

* Disarikan dari Dawuh yang disampaikan pada Temu Alumni Hari Selasa, 29 Juni 2010 (Ditulis oleh Muhammad Zulianto, Santri BDM

 

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan