Saturday, 02-03-2024
  • Situs resmi Bumi Damai Al Muhibbin Pondok Pesantren Bahrul 'Ulum Tambakberas Jombang || Informasi Pendaftaran ~~ DIBUKA PADA 01 Februari 2024

WALI QUTHB PEREMPUAN

Diterbitkan : - Kategori : Karya Santri / Pendidikan

 

Adakah wali perempuan? Mungkinkah kelompok pilihan itu dipimpin oleh seorang quthb dengan gender wanita?

Ada. Itu untuk pertanyaan pertama. Dan bukan mustahil. Itu untuk persoalan berikutnya.

Lho, bukankah perempuan tak boleh jadi pemimpin? Bukankah, seperti tersebut dalam sebuah hadits, lan yufliha qaumun wallau amrahum imroatan. Tak bakal beruntung, kaum yang memasrahkan urusan (kepemimpinan) mereka pada perempuan?

Betul. Tetapi juga tersebut dalam sebuah hadits, bahwa innan nisaa’a syaqaiqur rijal. Perempuan adalah pecahan (yang tak terpisahkan) dari lelaki.

Memperjelas maksud hadits tersebut, Ibn Atsir, seperti dikutip dari Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan al-Tirmidzi, mengemukakan bahwa dengan demikian perempuan merupakan pembanding yang sepadan atau setara (amtsal wa nazhair) bagi laki-laki.

Dalam banyak hal, mereka serupa. Bahwa lelaki bisa berwatak baik, perempuan juga. Bahwa pria bisa saja beringas, wanita juga bisa.

“Itulah sebab perempuan juga dapat melampaui lelaki dalam hal martabat di sisi Tuhan. Akan halnya hadits ihwal perempuan tidak layak jadi pemimpin, itu sebetulnya berkaitan dengan pilihan manusia (tauliyyah atas pemimpin di antara mereka), bukan soal pilihan (tauliyyah) Allah. Sementara soal kepemimpinan (quthbiyyah) perempuan dalam hal kewalian adalah urusan Allah, bukan pemilihan umum.”

Luqman Hakim Husnan, Alumni

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan