Saturday, 02-03-2024
  • Situs resmi Bumi Damai Al Muhibbin Pondok Pesantren Bahrul 'Ulum Tambakberas Jombang || Informasi Pendaftaran ~~ DIBUKA PADA 01 Februari 2024

SAFARI KAJIAN FIQH HAIDL

Diterbitkan : - Kategori : Kegiatan Pondok / Pendidikan

 

Bu Nyai Muhimmah Falasifah, seorang yang sangat peduli terhadap permasalahan perempuan, termasuk permasalahan Haidl. Sehingga sejak 2020 Beliau berinisiatif membuat kegiatan Safari Kajian Haidl di berbagai daerah. Beliau juga menulis sebuah buku sederhana tentang Haidl yang mudah di fahami oleh Masyarakat awam dengan judul “Materi praktis Hukum Darah wanita”.

2020 dulu beliau bilang “Masyarakat banyak yang kurang faham dengan masalah Haidl secara Hukum Islam. Terutama Masyarakat Indonesia penganut Madzhab Syafi’i yang mana begitu rumit standart hukum Haidlnya.
Ini sangat penting, karna Haidl menyangkut ke kewajiban Sholat. Rata-rata Masyarakat masih menyimpulkan sendiri ini Haidl atau bukan. Dan ini jauh dari kebenaran (stelah beberapa kali menemukan pengakuan). Apalagi permasalahan Haidl dewasa ini semakin kompleks. Udara yang bercampur baur dengan zat-zat kimia, revolusi kuliner yang terus berinovasi dengan berbagai bahan campuran, Pil KB dan lain lain itu bisa memunculkan siklus Haidl tidak teratur. Ini semakin membingungkan masyarakat perempuan”.

Ustadz Hafidz Amrullah, Ketua Kegiatan Safari Kajian Fiqh Haidl menceritakan bahwa pada tahun 2024 ini Safari Haidl dilaksanakan di 15 tempat di desa-desa se Jombang, semuanya ditempatkan di Majlis Ta’lim Al Muhibbin. Namun yang membahagiakan adalah kepedulian dan antusias Jamaah Majlis Ta’lim Al Muhibbin, semua perlengkapan dan kebutuhan kajian disiapkan oleh jamaah, mereka juga mengundang remaja-remaja putri daerah setempat, mengundang IPPNU, dan mengundang masyarakat sekitar.

Dasar diadakan kegiatan ini minimal ada 3 point
1. Sebagai upaya pembelajaran dan kepedulian dalam bentuk nyata Majlis Ta’lim Al-Muhibbin terhadap Permasalahan Haidl di Masyarakat.
2. Memberikan pemahaman bagi Masyarakat (khususnya para remaja) bahwa belajar Ilmu Haidl itu penting.
3. Sebagai salah satu proker unggulan Majlis Ta’lim Al-Muhibbin yang di laksanakan rutin setiap akhir tahun., Tambah Ustadz Hafidz

Bu Azifatun Najahah, salah satu peserta kajian menceritakan keseruan dari kegiatan ini, “Bisa menambah pengetahuan yang asalnya tidak tau jadi tau, apalagi waktu diterangkan SUCi diantara DUA HAIDL hukumnya HAIDL, kalau puasa kan tetep qodho’ puasa, lha itu jamaah langsung heboh, kayak ada rasa tidak terima, kalau istilah jawa nya: tiwas poso tetep nyaur hehehehe”.

Sebelum kajian Haidl ini rata-rata audien masih menganggap pokok ada darah keluar dianggap Haidl, sehingga ini benar-benar ilmu yang baru. Kajian mulai pukul 19.00 sampai 21.00 itu jadi gak terasa. Imbuh Bu Azifa

Bu Azifa mengatakan bahwa kegiatan seperti ini harus diusahakan rutin dan masif, karena masyarakat desa itu kadang tidak pernah tersentuh ngaji tentang ini, kalau anaknya sekolah di pesantren mungkin masih mendapat bekal ilmu tentang Haidl. Tapi rata-rata tidak. Sebagian dari audien juga sudah pernah mengikuti kajian Haidl tahun-tahun sebelumnya, dan pengakuan mereka memang mendapat ilmu Haidl ini ya dari kajian yang diadakan oleh Bu Nyai Iif. Pungkasnya

Bu Nyai Iif menambahkan, salah satu dari kita seharusnya ada yang mbukak pelayanan konsultasi tentang Haidl. Melayani konsultasi terkait haidl, baik online maupun ofline. Karena dari perjalanan kajian ini banyak temuan-temuan yang bisa dibilang agak miris, banyak masyarakat yang cuek terhadap masalah darah. Sehingga ketika ditanya adat sucinya tidak tau, adat haidlnya tidak tau, bahkan ditanya pernah haidl berapa hari saja tidak tau, lantas gimana sholatnya?. Dan banyak temuan kasus-kasus lain.

Target kedepan nanti Ins Allah akan kami usahakan membuat program lanjutan, yaitu:
1. Membentuk Komunitas atau forum yang khusus mengkaji permasalahan darah wanita.
2. Membuka Bimbingan dan Konseling perihal permasalahan wanita (GRATIS).
3. Memberikan pendampingan dan materi dasar kepada seluruh santri TPQ Al Muhibbin yang sudah usia baligh tentang Ilmu Haidl. Mohon Doanya. Pungkas Bu Nyai Iif

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan