Saturday, 02-03-2024
  • Situs resmi Bumi Damai Al Muhibbin Pondok Pesantren Bahrul 'Ulum Tambakberas Jombang || Informasi Pendaftaran ~~ DIBUKA PADA 01 Februari 2024

Pesantren Hijau: Menyemai Kemandirian dan Produktivitas Pangan melalui Field Trip & Study Tour ke POMOSDA Nganjuk

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Kegiatan Pondok / Kepanduan

 

Ahad (11/12/2024), Pengelola dan pelaksana Lembaga Pesantren Hijau dan Bersih (LPHB) Bumi Damai Al-Muhibbin Tambakberas Jombang bersama dengan pengasuh, Ibu Nyai Hj. Muhimmah Falasifah, melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Sumber Daya At-Taqwa (POMOSDA) Nganjuk.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya upgrade skill, pengetahuan, dan pengalaman tentang bagaimana mengelola lingkungan yang hijau dan sehat. Sebagaimana yang disampaikan Ustadz Muhammad Maqin, Kepala LPHB.

“Tiap pondok punya spesifikasi masing-masing.
Kami disini mengambil sikap menciptakan tenaga dan skill dengan pendalaman keilmuan tentang pertanian, perikanan dan peternakan dengan balutan pondasi keagamaan yang kuat”. Ungkap KH. Muhammad Dzoharul Arifin Alfaqiri Tandjung Abdullah atau yang akrab dipanggil Kyai Tandjung, Pengasuh POMOSDA Nganjuk.

Yang diterapkan di dalam lingkungan pesantren ini adalah prinsip kemandirian dan produktif dalam hal pangan. Hal ini diwujudkan dengan berbagai pengelolaan terkait penanaman sayur-sayuran, hewan ternak dan budidaya ikan. Terdapat berbagai binaan yang tersebar di penjuru Nusantara, baik pesantren, lembaga-lembaga masyarakat maupun perorangan.

“Hal paling mendasar dari kehidupan kita adalah soal pangan, dan dalam ayat-ayat Al-Qur’an banyak dijelaskan tentang perintah untuk mengelola bumi sebagai lahan pangan manusia”. Ungkap Fitri, salah seorang santri POMOSDA.

Lanjutnya, Disamping penguatan sistem yang baik, pendampingan tentu menjadi hal pokok dalam berjalannya program. Seperti yang dilakukan Kyai Tandjung.

“Romo bertani bersama kami. Mengaduk media tanam, menyirami tanaman setiap sore, dan banyak lagi yang Romo lakukan bersama kami”. Ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, dengan dipandu oleh Bina Kerabat Tani (BKT), peserta melihat berbagai macam pengelolaan pertanian, perikanan, dan peternakan. Sekaligus praktek menanam mulai dari mengidentifikasi tanah, mengelola media tanam hingga proses penanaman.

“Harapannya, semoga kegiatan ini memberi dampak baik buat peserta khususnya, sehingga nanti kemandirian dan produktif pangan bisa menjadi pola dan kultur di Bumi Damai Al-Muhibbin secara perlahan-lahan”. Ungkap Pak De, sapaan akrab ketua LPHB.

M. Afwan Imamul M, Pembina Bumi Literasi Al Muhibbin (BLM)

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan