Thursday, 29-02-2024
  • Situs resmi Bumi Damai Al Muhibbin Pondok Pesantren Bahrul 'Ulum Tambakberas Jombang || Informasi Pendaftaran ~~ DIBUKA PADA 01 Februari 2024

PESAN ABAH SAAT PEMBUKAAN KEGIATAN AJARAN BARU MONDOK INGIN JADI APA?

Menuju acara :

Kamis, 07 Juli 2023 Abah KH. Moh. Idris Djamaluddin melantik 103 santri yang akan menempati jabatan dewan kepengurusan, dewan mustahiq dan mudaris Bumi Damai Al-Muhibbin Pondok pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang masa abdi 2023-2024. Dalam sesi pelantikan, Beliau Abah KH. Moh. Idris Djamaluddin memimpin dan membacakan secara langsung teks sumpah pelantikan. Yang kemudian di tirukan oleh seluruh dewan kepengurusan, kemustahikan serta kemudarisan Bumi Damai Al-Muhibbin dengan penuh hidmat.

Setelah pelantikan usai, Abah KH. Moh. Idris Djamaluddin dalam sesi amanat Pengasuh. Beliau memberikan beberapa pesan wejangan kepada seluruh santri bahwa:

Pertama, Di pondok sudah tidak zamanya lagi tradisi saling buli-bulian. Kedua, di pondok semuanya kuncinya harus “sabar”. Kalau tidak sabar tidak bisa. karena sabar itu merupakan setengah dari pada iman. Beliau menukil sebuah hadis Nabi

الصَّبْرُ نِصْف الْإِمَانِ

“(Bahwa) sabar itu setengah dari pada iman”

Jadi, menjalankan dan mengikuti seluruh kegiatan di pondok itu membutuhkan sabar. Kalau tidak sabar tidak bisa, sabar menahan rindu dan sabar menjalankan semua kegiatan di pondok. Karena, semuanya di pondok itu kuncinya adalah sabar. Baik pengurusnya baik santrinya seluruhnya membutuhkan sabar. “Siapa yang sabar akan mendapatkan keuntungan siapa yang sabar pasti akan mendapatkan cita-citanya dan tujuannya.” Tegas Abah KH. Moh. Idris Djamaluddin

Ketiga, saya doakan mudah-mudahan rizqi orang tua kalian lancar, saya doakan mudah mudahan kalian semua oleh Allah SWT diberi kekuatan di beri Ilham ilmu yang manfaat. Karena Ilmu itu yang penting manfaat, tandanya ilmu manfaat itu apa ?. Tandanya adalah Ilmu itu dapat mendekatkan diri kepada Allah.

Abah KH. Moh. Idris Djamaluddin kemudien bercerita bahwa, dulu ketika Beliau masih kecil, baru lulus MI. Ketika Beliau di antar oleh Abah Beliau (KH. Moch. Djamaluddin Ahmad) ke lerboyo untuk pergi mondok. Di tengah jalan, Beliau di tanya oleh Abah Beliau,

“Nak kamu besok kalau pulang dari pondok pengen jadi apa ?” Tanya Abah Beliau.
“Mboten ngertos Abah.” Jawab Beliau.
“Sae ne dados nopo bah.” Tanya balik Beliau kepada Abah Beliau.
“Ngene nak, Abah ora pengen awakmu muleh dadi wong pinter, seng ta pingini awakmu muleh gowo ilmu seng manfaat”.

Abah KH. Moh. Idris Djamaluddin, kemudian mengajak seluruh santri untuk menata niat kembali dalam mencari ilmu. Beliau mengajarkan kepada seluruh santri tentang niat mencari ilmu,

نَوَيْتُ طَلَبَ العِلْمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Saya niat mencari ilmu ikhlas karena Allah”

Beliau juga menjelaskan bahwa tujuan mencari ilmu adalah untuk menghilangkan kebodohan. “Sudahlah, kalian tidak usah niat ingin menjadi apa-apa. Pokok pengenya mendapat ilmu yang manfaat dan menjadi orang yang bermanfaat.” Tegas Beliau.

Lebih lanjut, Abah KH. Moh. Idris Djamaluddin juga menjelaskan bahwa di pondok tidak ada kurikulumnya yang pakem. Walaupun di pondok di ajarkan ilmu nahwu, di ajarkan ilmu shorof. Akan tetapi ketika pulang santri bisa jadi apa saja. Ada yang pinter dan ahli di bidang sound system, ada yang ahli di bidang elektronik dll.

Beliau bercerita, dulu ada alamuni Muhibbin yang sekarang jadi Brimob. Namanya adalah Ali Suwandi, ia dinjuluki Bon Ali. Karena dulu ketika Mash mondok ia sering nge-bon di warung (hutang). Tapi sekarang ia jadi polisi, dan sering mengadakan kegiatan sosial. Di Jogja ia mendirikan belasan masjid di plosok-plosok desa. Ia juga mendirikan yayasan sosial untuk anak yatim-piatu yang ia beri nama yayasan Bumi Damai. Padahal dulu sekolahnya di mu’alimin yang notabene seluruh pelajarannya adalah kitab semua. Jadi, kalian kalau niatnya ingin mencari ilmu yang manfaat, niat pengen jadi orang yang bermanfaat nanti bisa jadi apa saja. Yang penting apa saja itu bermanfaat.

“Kalau kata kiyai-kiyai Tambakberas, santri Tambakberas itu besok kalau sudah pulang. Kalau tidak jadi juragan kaya raya, ya jadi orang alim (kiyai). Kalau tidak jadi orang alim, ya jadi ahli suwuk.” Terang Beliau.

Sebagai penutup, beliau berpesan kepada seluruh santri untuk, pertama, tidak usah memikirkan kelak ia jadi apa. Yang terpenting kalian mondok ya ikhlas Lilahi Ta’ala. Kedua, Kalau ngaji yang mempeng. Ketiga, Kepada Santri-santri yang masih baru kalau kangen dengan orang tuanya. Orang tuanya cukup di hadiahi fatihah saja. Ke Empat, Kepada Pengurus, saya ucapkan selamat bertugas mudah mudahan di beri bimbingan oleh Allah SWT. Mudah-mudahan apa yang kalian lakukan bisa bermanfaat bagi seluruh santri. Ke Lima, Untuk seluruh santri, saya harap semuanya betul- betul mengikuti segala peraturan pondok insyaallah nanti ilmu kalian manfaat.

Agenda Lainnya

Acara ini sudah lewat

SURAT KIYAI UNTUK ALUMNI

Acara ini sudah lewat

Pendaftaran santri baru 2024-2025